<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356</id><updated>2011-10-24T20:23:06.043-07:00</updated><category term='Trading Volume Activity'/><category term='skala nominal'/><category term='data ordinal'/><category term='skala ordinal'/><category term='Kompensasi CEO'/><category term='skala rasio'/><category term='structural equition model'/><category term='Data Envelopment Analysis'/><category term='Efisiensi Modal kerja'/><category term='skala interval'/><category term='skala pengukuran'/><category term='Stock Split'/><category term='FE Undip Working Paper'/><category term='data'/><category term='Pembiayaan UMKM'/><category term='Financial Performance'/><category term='IDR  DJIA  IHSG.'/><category term='Stock return'/><title type='text'>RESEARCH METHOD DISCUSSION FORUM</title><subtitle type='html'>DISCUSSION AND SHARING ABOUT RESEARCH METHOD</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-5279131635765989565</id><published>2010-06-07T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T20:24:27.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompensasi CEO'/><title type='text'>KOMPENSASI CHIEF EXECUTIVE OFFICER (CEO) DAN KINERJA PERUSAHAAN</title><content type='html'>Harjum Muharam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are two main topics when we took about Chief Executive Officer Compensation, the first one is relationship between CEO compensation and shareholder interest that was knew as agency problem. The second one is about amount and mix of CEO compensation and it impact on corporate performance. Entry benefits and exit benefits are the one-off pecuniary that gift to CEO once during his/him duties. Ongoing benefits consist of fixed payment and at risk payment—short-tem incentives (STIs) and long-term incentives (LTIs).  Every kind of that compensation has special impact on CEO behaviour that shareholder want. Beside that compensations there is non-financial pecuniary that also has the same impact. Many persons argue that COEs are overpaid and that their compensation amounts are excessive and inequitable. The reason for this is because CEO has more complexity and responsibility job than the others in the company and has bigger contribution for company performance. Depend on latest research, there is positive and significantly relationship between CEO compensation and company performance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompensasi – CEO (Chief Executive Officer) – Kinerja Perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Diskusi dan penelitian tentang hubungan kompensasi yang diterima oleh seorang CEO dan kinerja perusahaan yang dipimpinnya telah menjadi topik yang sangat menarik dan terus berkembang, terutama di Amerika Serikat, Australia dan Eropa. Di Indonesia sendiri permasalahan ini belum banyak dibicarakan dan penelitian tentang hal ini juga masih sangat terbatas. &lt;br /&gt;CEO adalah pihak yang dibayar paling tinggi dalam perusahaan dan paling banyak diekspos dibandingkan dengan eksekutif lain, oleh karena itu pembahasan tentang kompensasi sering terpokus pada kompensasi yang diterima oleh CEO. Ada dua topik utama dalam pembahasan kompensasi CEO, yang pertama umumnya membahas hubungan kompensasi yang diterima CEO dengan kepentingan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Dalam teori keuangan hal ini dikenal dengan istilah permasalahan keagenan atau agency problem, dimana seorang manajer atau CEO lebih cenderung mengutamakan kepentingannya dibandingkan dengan kepentingan bisnis atau pemegang saham. Pembahasan tentang permasalahan keagenan ini akan menyangkut tentang bagaimana menentukan besaran kompensasi dan bentuk kompensasi yang akan diberikan kepada CEO guna mengurangi masalah keagenan ini. Topik kedua membahas apakah kompensasi yang diterima CEO sudah wajar, terlalu mahal atau terlalu murah dan bagaimana hubungannya dengan kinerja perusahaan. Tulisan ini akan membahas hal tersebut di atas baik dari sudut teoritis maupun empiris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan:&lt;br /&gt;● Bentuk kompensai yang diberikan kepada CEO harus disesuaikan dengan target yang diinginkan perusahaan atau pemegang saham:  pada tahap awal dimana perusahaan atau pemegang saham bertujuan menarik seorang CEO untuk memimpin perusahaan, maka kombinasi kompensasi yang memiliki pengaruh besar dan positif terhadap keinginan tersebut adalah entry benefits, fixed payments, STI, LTI, dan non-pecuniary benefits. Pada tahap kedua, pada saat seorang CEO memimpin suatu perusahaan dan pemegang saham menginginkan target tertentu yang harus dicapai oleh oleh CEO (play the right way), seperti pangsa pasar, pertumbuhan, dan laba bersih,  maka kombinasi kompensasi yang memberikan pengaruh besar dan positif terhadap perilaku CEO untuk melaksanakan apa yang menjadi keinginan pemegang saham adalah: STI, LTI, dan non-pecuniary benefits.  Non-pecuniary benefits, fixed benefit, STI benefits dan LTI benefits yang memuaskan akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap keingin CEO untuk bertahan di perusahaan yang dipimpinnya. Jika pemegang saham menginginkan CEO mengundurkan diri dari perusahaannya maka kombinasi kompensasi dalam bentuk exit benefits dan LTI benefits akan memberikan pengaruh yang besar bagi CEO untuk mengundurkan diri. &lt;br /&gt;● Seoarang CEO dibayar lebih mahal dibandingkan karyawan pihak lain yang ada dalam perusahaan: (1) Tanggung jawab dan pekerjaan seorang CEO lebih kompleks; (2) Kontribusi seorang CEO terhadap kesuksesan perusahaan lebih besar dan lebih mudah diukur.&lt;br /&gt;● Keterbukaan akan besaran dan bentuk kompensasi yang diterima oleh CEO sangat penting terutama untuk perusahaan-perusahaan publik. Dengan adanya keterbukaan, masyarakat terutama investor dapat menilai apakah besaran dan bentuk kompensasi yang diterima oleh CEO sudah pantas, baik dilihat dari tanggung jawab maupun tingkat kesuksesan dalam memimpin perusahaan.&lt;br /&gt;● Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kompensasi yang diterima seorang CEO dengan kinerja perusahaan yang dipimpinnya, walaupun demikian hasil penelitian ini tidak bisa menjelaskan apakah kinerja perusahaan murni kontribusi CEO atau kontribusi faktor eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JSMO Vol 1 Edisi 2 Tahun 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10190390/KompensasiCEO-harjum-ok.pdf.html"&gt;DOWNLOAD FULLTEXT&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-5279131635765989565?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/5279131635765989565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/06/kompensasi-chief-executive-officer-ceo.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/5279131635765989565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/5279131635765989565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/06/kompensasi-chief-executive-officer-ceo.html' title='KOMPENSASI CHIEF EXECUTIVE OFFICER (CEO) DAN KINERJA PERUSAHAAN'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-3965831683641529293</id><published>2010-04-20T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T00:36:57.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Financial Performance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stock Split'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stock return'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trading Volume Activity'/><title type='text'>Analisis Perbedaan Likuiditas Saham, Kinerja Keuangan, dan Return Saham di Sekitar Pengumuman Stock Spelit</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Harjum Muharam&lt;br /&gt;Hanung Sakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstact&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Using 13 samples from listed companies in Jakarta Stock Exchange within 2003-2005, this study analyzed the difference of stock liquidity, financial performance, and stock return in period of stock split announcement. Multivariate Analysis of variance (MANOVA) resulted that  there is no difference in trading volume activity (TVA) of stock and financial performance before, within and after stock split announcement, but in the other hand this study found that the difference in stock return was exist in period of stock split announcement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Key Words: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stock Split, Trading Volume Activity, Financial Performance, Stock return&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latar Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja keuangan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi. Para pemodal dan analis keuangannya berkepentingan untuk mengetahui tingkat pengembalian atas investasi mereka. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan laporan keuangan perusahaan dengan tujuan mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan, mengidentifikasi kecenderungan dan pertumbuhan yang mungkin ada. Dengan adanya informasi keuangan dapat membantu mereka untuk memutuskan tindakan, apakah untuk membeli, menahan, atau menjual saham-saham suatu perseroan. Di samping itu para pemegang saham juga ingin mengetahui tentang kemampuan perseroan membayar deviden.&lt;br /&gt;Selain kinerja keuangan, harga saham juga mempengaruhi calon investor dalam mengambil keputusan investasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham adalah tingkat harga saham tersebut. Apabila harga saham tersebut terlalu tinggi untuk pasar, maka jumlah permintaannya akan berkurang. Sebaliknya bila pasar menilai harga saham tersebut terlalu rendah, jumlah permintaannya akan meningkat.&lt;br /&gt;Tingginya harga saham akan mengurangi kemampuan para investor untuk membeli  saham tersebut. Hukum permintaan dan penawaran kembali akan berlaku, dan sebagai konsekuensinya, harga saham yang tinggi tersebut akan menurun sampai tercapai posisi keseimbangan yang baru. Cara yang dilakukan oleh emiten untuk mempertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal, sehingga daya beli investor meningkat terutama untuk investor kecil, yaitu dengan melakukan pemecahan saham. Pemecahan saham (stock split) adalah memecah selembar saham menjadi n lembar saham, harga per lembar saham baru setelah stock split adalah sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Stock split mengakibatkan bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar tanpa transaksi jual beli yang mengubah besarnya modal.&lt;br /&gt;Perusahaan yang melakukan stock split pada umumnya merupakan perusahaan yang mempunyai kinerja keuangan yang baik. Sesuai yang ditemukan oleh Copeland (1979) dalam Marwata (2001) menyatakan bahwa stock split mengandung biaya yang harus ditanggung. Maka hanya perusahaan yang mempunyai prospek bagus saja yang mampu menanggung biaya ini dan sebagai akibatnya pasar bereaksi positif terhadapnya. Sebaliknya, perusahaan yang tidak mempunyai prospek baik dan mencoba memberikan sinyal tidak valid terhadap stock split akan tidak mampu menanggung biaya tersebut, sehingga bukannya stock split akan meningkatkan harga sekuritasnya tetapi akan menurunkannya jika pasar cukup canggih untuk mengetahuinya.&lt;br /&gt;Pemecahan saham (stock split) merupakan suatu kosmetika saham, dalam arti bahwa tindakan perusahaan tersebut merupakan pemolesan saham supaya kelihatan lebih menarik dimata investor sekalipun tidak meningkatkan kemakmuran bagi investor. Tindakan stock split akan menimbulkan efek fatamorgana bagi investor, yaitu investor akan merasa seolah-olah menjadi lebih makmur karena memegang saham dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan demikian, sebenarnya stock split tidak menambah nilai dari perusahaan atau dengan kata lain stock split tidak mempunyai nilai ekonomis. Jika memang stock split tidak mempunyai nilai ekonomis, alasan perusahaan emiten melakukan stock split kemungkinan adalah berhubungan dengan likuiditas harga sekuritas dan yang berhubungan dengan sinyal yang akan disampaikan oleh perusahaan ke publik serta tingkat return saham yang akan diterima oleh para pemegang saham.&lt;br /&gt;Meskipun secara teoritis stock split tidak memiliki nilai ekonomis, tetapi banyak peristiwa stock split di pasar modal memberikan indikasi bahwa stock split merupakan alat yang penting dalam praktik pasar modal. Pemecahan saham yang dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai kinerja keuangan yang baik, telah menjadi salah satu alat yang digunakan oleh manajemen untuk membentuk harga pasar saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.&lt;br /&gt;Meskipun stock split tidak mengubah jumlah ekuitas perusahaan, mengapa masih banyak perusahaan (emiten) melakukan stock split? Motivasi apa yang mendorong atau mendasari mereka untuk melakukan stock split? Banyak sekali hipotesis yang sudah diajukan untuk menjelaskan mengapa perusahaan melakukan stock split. &lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa manajer perusahaan melakukan stock split (Scott, et al., 1999 dalam Harsono, 2004):&lt;br /&gt;1.Agar harga saham tidak terlalu mahal sehingga dapat meningkatkan jumlah pemegang saham dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.&lt;br /&gt;2.Untuk mengembalikan harga dan ukuran perdagangan rata-rata saham kepada kisaran yang telah ditargetkan.&lt;br /&gt;3.Untuk membawa informasi mengenai kesempatan investasi yang berupa peningkatan laba dan deviden kas.&lt;br /&gt;Dengan adanya pemecahan saham yang dilakukan beberapa perusahaan pada tahun 2004 tersebut, maka akan terjadi perubahan terhadap likuiditas saham yang diproksi pada perubahan jumlah volume perdagangan saham atau Trading Volume Activity (TVA) di pasar modal (di pasar bursa), perubahan kinerja keuangan yang diproksi pada jumlah laba bersih rata-rata per bulan perusahaan, dan perubahan tingkat return saham yang akan diterima oleh para pemegang saham. &lt;br /&gt;Dengan adanya pemecahan saham ada beberapa perusahaan yang naik atau turun tingkat volume perdagangan saham perusahaannya. Beberapa perusahaan yang mengalami kenaikan volume perdagangan saham setelah adanya pemecahan saham antara lain: PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk., PT. Sari Husada, Tbk., PT. International Nickel Indonesia, Tbk., PT. Artha Pacific International, Tbk., PT. Rig Tenders, Tbk., PT. Indosat, Tbk., dan PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk. Hal ini sesuai dengan hasil yang didapatkan oleh beberapa peneliti sebelumnya seperti Lamourex dan Poon (1987), Szewezky &amp; Tsesekos (1991) dalam Kurniawati (2003) yang menunjukkan bahwa volume perdagangan dan jumlah pemegang saham setelah stock split mengalami peningkatan yang signifikan, tetapi ada juga perusahaan yang setelah melakukan pemecahan saham, volume perdagangan sahamnya tetap dan bahkan mengalami penurunan, antara lain: PT. Davomas Abadi, Tbk., PT. Bank Central Asia, Tbk., PT. Berlian Laju Tanker, Tbk., PT. Jakarta International Hotel &amp; Development, Tbk., PT, Kalbe Farma, Tbk., dan PT. Ekadharma International, Tbk.&lt;br /&gt;Laba bersih rata-rata per bulan sebelum dan sesudah perusahaan melakukan pemecahan saham mengalami peningkatan, hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lakonishok dan Lev (1987) dalam Anggraini dan Jogiyanto (2000) yang menunjukkan bahwa perusahaan yang memecah saham menikmati kinerja laba luar biasa selama periode sebelum pemecahan saham. Hal ini mencerminkan kinerja yang baik dari perusahaan yang memecah saham. Penelitian Lakonishok dan Lev (1987) dalam Anggraini dan Jogiyanto (2000) juga menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan yang memecah saham hanya berlangsung sampai tahun pertama setelah pemecahan saham. Penelitian Asquith dkk. (1989) dalam Anggraini dan Jogiyanto (2000) juga menunjukkan ada peningkatan laba yang signifikan hanya sampai pada tahun pemecahan saham.&lt;br /&gt;Dari data awal juga diketahui bahwa setelah adanya pengumuman stock split, harga-harga saham akan mengalami penurunan. Dengan adanya penurunan harga saham, tentunya juga akan mempengaruhi penerimaan return saham. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Festasina (2004) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return saham pada periode sebelum dengan periode sesudah stock split. Riyadi (2004) juga menyatakan bahwa stock split tidak mempengaruhi return saham yang akan diterima oleh investor. Aktivitas stock split tidak menimbulkan perbedaan yang signifikan setelah peristiwa stock split. Hal ini bertentangan dengan model Brennan dan Hughes (1991) dalam Winarso (2004) yang berasumsi bahwa investor hanya akan berinvestasi pada saham yang benar-benar diketahui dengan pasti segala sesuatunya dan akan melakukan perdagangan melalui broker yang menganalisis perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Aktivitas pemecahan saham akan diterjemahkan oleh investor sebagai sinyal bahwa manajer memiliki informasi yang menguntungkan yang ditunjukkan dengan abnormal return yang posistif disekitar pengumuman split.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui dengan adanya pemecahan saham terjadi kenaikan dan penurunan tingkat likuiditas saham, tingkat laba bersih rata-rata per bulan perusahaan, dan tingkat return saham yang akan diterima oleh para pemegang saham. Hal ini sesuai dengan masih banyaknya pihak yang mendukung dan menentang adanya pemecahan saham perusahaan. Pihak yang mendukung stock split berkeyakinan bahwa harga saham yang lebih rendah akan meningkatkan investor kecil untuk melakukan investasi sehingga akan membuat pasar lebih likuid. Di lain pihak, mereka yang menentang stock split berkeyakinan bahwa tingkat harga sekarang belum cukup untuk menjamin berhasilnya stock split karena adanya ketidakpastian bisnis. &lt;br /&gt;Berdasarkan perbedaan data dan hasil penelitian sebelumnya, maka pertanyaan penelitian yang akan dijawab pada penelitian ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Apakah terdapat perbedaan likuiditas saham di sekitar pengumuman stock split ?&lt;br /&gt;2.Apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan di sekitar pengumuman stock split ?&lt;br /&gt;3.Apakah terdapat perbedaan return saham di sekitar pengumuman stock split ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9524950/Harjum-jurnalJSMO-stocksplite.pdf.html"&gt;DOWNLOAD FULL TEXT&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-3965831683641529293?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/3965831683641529293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/analisis-perbedaan-likuiditas-saham.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/3965831683641529293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/3965831683641529293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/analisis-perbedaan-likuiditas-saham.html' title='Analisis Perbedaan Likuiditas Saham, Kinerja Keuangan, dan Return Saham di Sekitar Pengumuman Stock Spelit'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-7242305034005026679</id><published>2010-04-16T06:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T05:06:56.909-07:00</updated><title type='text'>Referensi Ekonometrika</title><content type='html'>Oleh: Harjum Muharam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_er84KJWIveA/S8hupSMd2sI/AAAAAAAAABw/hzSrvprlHVk/s1600/DSC00071-edit.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_er84KJWIveA/S8hupSMd2sI/AAAAAAAAABw/hzSrvprlHVk/s320/DSC00071-edit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460736203724544706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. H. Imam Ghozali M.Com,MPM Akt. kembali memperkaya literatur ekonomitrika dalam bahasa Indonesia yang selama ini dirasa masih relatif kurang dengan menerbitkan buku baru yang berjudul: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://www.tsabita-books.com/Statistika/Ekonometrika-Teori-Konsep-dan-Aplikasi-dengan-SPSS-17/flypage-ask.tpl.html"&gt;Ekonometrika Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan SPSS 17&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini terdiri dari 15 bab, bab 1 sampai bab 12 merupakan ringkasan dari buku Gujarati (2003 dan 2006)yang membahas regresi berganda, uji asumsi klasik dan regresi dengan variabel dummy. Bab 13 sampai bab 15 membahas regresi moderasi, regresi mediasi, dan regresi gabungan moderasi dan mediasi serta dilengkapi contoh yang diambil dari beberapa jurnal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi penulis dalam buku ini adalah mengaplikasikan teori-teori maupun konsep yang dibahas dalam buku Gujarati dengan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 17. Untuk model-model pengujian regresi moderasi, mediasi, dan gabungan moderasi mediasi menggunakan Syntax-Macro yang telah dikembangkan oleh beberapa peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini dilengkapi dengan CD suplemen yang berisi data dalam file excel yang digunakan dalam contoh analisis, syntax-macro SPSS, script SPSS dan output SPSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 1&lt;br /&gt;EKONOMETRIKA&lt;br /&gt;1.1  Ekonometrika&lt;br /&gt;1.2 Metodologi Ekonometrika&lt;br /&gt;BAB 2&lt;br /&gt;ANALISIS REGRESI&lt;br /&gt;2.1 Sejarah Regresi&lt;br /&gt;2.2 Hubungan Statistik vs Deterministik&lt;br /&gt;2.3 Regresi vs Kausalitas (Hubungan Sebab-akibat)&lt;br /&gt;2.4 Regresi vs Korelasi&lt;br /&gt;2.5 Terminologi Regresi&lt;br /&gt;2.6 Jenis Data&lt;br /&gt;BAB 3&lt;br /&gt;REGRESI LINIER BERGANDA&lt;br /&gt;3.1 Ordinary Least Square (OLS)&lt;br /&gt;3.2 Classical Linier Regression Model (CLRM)&lt;br /&gt;3.3 Menilai Goodness of Fit  Suatu Model Regresi&lt;br /&gt;a. Koefisien Determinasi (R2)&lt;br /&gt;b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)&lt;br /&gt;c. Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)&lt;br /&gt;BAB 4&lt;br /&gt;UJI ASUMSI KLASIK MULTIKOLINEARITAS&lt;br /&gt;DAN MICRONUMEROSITY&lt;br /&gt;4.1 Pendahuluan&lt;br /&gt;4.2 Deteksi Multikolineraritas&lt;br /&gt;4.3 Mengobati Multikolinearitas&lt;br /&gt;BAB 5&lt;br /&gt;UJI ASUMSI KLASIK HETEROSKEDASTISITAS&lt;br /&gt;5.1 Pendahuluan&lt;br /&gt;5.2 Deteksi Heteroskedatisitas&lt;br /&gt;5.3 Mengobati Heteroskredaritas&lt;br /&gt;BAB 6&lt;br /&gt;UJI ASUMSI KLASIK AUTOKORELASI&lt;br /&gt;6.1 Cara deteksi Adanya Autokorelasi&lt;br /&gt;a. Uji Durbin-Watson (DW test)&lt;br /&gt;b. Uji Lagrange multiplier (LM test)&lt;br /&gt;c. Uji Statistik Q : Box-Pierce dan Ljung box&lt;br /&gt;d. Uji bruesch-Godfrey&lt;br /&gt;e. Uji Statistik Q : Box-Pierce dan Ljung Box&lt;br /&gt;6.2 Pengobatan Autokorelasi&lt;br /&gt;Asumsi ñ tidak diketahui nilainya&lt;br /&gt;a. Metode First Difference&lt;br /&gt;b. Nilai ñ diestimasi berdasakan Durbin-Watson d Statistik&lt;br /&gt;c. The Cochrane-Orcutt two-step procedure&lt;br /&gt;d. Durbin’s two-step Method&lt;br /&gt;BAB 7&lt;br /&gt;ASUMSI KLASIK NORMALITAS RESIDUAL&lt;br /&gt;7.1 Analisis Grafik&lt;br /&gt;7.2 Analisis Statistik&lt;br /&gt;7.2.1 Skewness dan Kurtosis&lt;br /&gt;7.2.2 Uji Jurque-Bera (JB)&lt;br /&gt;7.2.3 Uji Kolmogorov-Smirnov (KS)&lt;br /&gt;BAB 8&lt;br /&gt;KESALAHAN SPESIFIKASI (SPESIFICATION ERRORS)&lt;br /&gt;8.1 Memilih Models&lt;br /&gt;8.2 Jenis-jenis Kesalahan Spesifikasi &lt;br /&gt;8.3 Uji Kesalahan Spesifikasi&lt;br /&gt;BAB 9&lt;br /&gt;CONTOH KOMPREHENSIF REGRESI BERGANDA DENGAN PELANGGARAN ASUMSI KLASIK NORMALITAS DAN HETEROSKEDASTISITAS&lt;br /&gt;9.1 Model Regresi Semi-Log&lt;br /&gt;9.2 Model Regresi Double-Log&lt;br /&gt;BAB 10&lt;br /&gt;MODEL REGRESI DENGAN BENTUK FUNGSIONAL&lt;br /&gt;10.1 Mengukur Elastisitas dengan Log-Linier Models&lt;br /&gt;10.2 Mengukur Tingkat Pertumbuhan : Log-Lin Model&lt;br /&gt;10.3 Lin-Log Model&lt;br /&gt;10.4 Model Reciprocal&lt;br /&gt;10.5 Fungsi Produksi Cobb-Douglas&lt;br /&gt;10.6 Model Regresi Polynomial&lt;br /&gt;BAB 11&lt;br /&gt;MASALAH INFERENSI DALAM MODEL REGRESI&lt;br /&gt;11.1 Tambahan kontribusi karena Penambahan Satu Variabel Independen&lt;br /&gt;11.2 Pengujian Kesamaan Dua Koefisien regresi&lt;br /&gt;11.3 Membandingkan Dua Model Regresi atau Uji Stabilitas Struktural Model Regresi (Chow Test)&lt;br /&gt;BAB 12&lt;br /&gt;MODEL REGRESI DENGAN VARIABEL DUMMY&lt;br /&gt;12.1 Cara Membentuk Variabel Dummy&lt;br /&gt;12.2 Model ANOVA dengan Dua Variabel Kualitatif (Dummy)&lt;br /&gt;12.3 Model REgresi dengan Variabel Independen Gabungan Kualitatif dan kuantitaif&lt;br /&gt;12.4 Variabel Dummy sebagaii Alternatif CHOW Test &lt;br /&gt;BAB 13 &lt;br /&gt;ANALISIS REGRESI MODERASI&lt;br /&gt;MODERATED REGRESSION ANALISYS (MRA)&lt;br /&gt;13.1 Jenis-jenis  Variabel Moderator&lt;br /&gt;13.2 Metode Pengujian Variabel Moderrator&lt;br /&gt;13.3 Uji Nilai selisih Mutlak&lt;br /&gt;13.4 Uji Residual&lt;br /&gt;BAB 14&lt;br /&gt;REGRESI DENGAN VARIABEL MEDIATOR ATAU INTERVENING, ANALISIS JALUR (PATHANALYSIS)&lt;br /&gt;14.1 Mendeteksi Pengaruh Mediasi&lt;br /&gt;14.2 Anlisis jalur (Path Analysis)&lt;br /&gt;14.3 Sobel Test dan Bootsrapping&lt;br /&gt;14.4 Contoh Analisis jalur Lebih Komplek&lt;br /&gt;14.5 Regresi dengan Multiple Mediator&lt;br /&gt;BAB 15&lt;br /&gt;REGRESI DENGAN VARIABEL MODERATOR DAN MEDIATOR (MODMED)&lt;br /&gt;15.1 Model-model Moderation Mediation&lt;br /&gt;15.2 SPSS Macro Syntax Uji MODMED&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-7242305034005026679?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/7242305034005026679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/referensi-ekonometrika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/7242305034005026679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/7242305034005026679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/referensi-ekonometrika.html' title='Referensi Ekonometrika'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_er84KJWIveA/S8hupSMd2sI/AAAAAAAAABw/hzSrvprlHVk/s72-c/DSC00071-edit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-518650851290794232</id><published>2010-04-06T04:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:12:39.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembiayaan UMKM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FE Undip Working Paper'/><title type='text'>Pola Pembiayaan dan Pengembangan UMKM: Studi Kasus UMKM di Kota Semarang</title><content type='html'>Harjum Muharam&lt;br /&gt;Erman Denny Arfinto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional berupa pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, selain itu UMKM telah terbukti ketangguhannya dalam menghadapi setiap krisis yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Data yang digunakan untuk analisis adalah data laporan keuangan atau cacatan keuangan UMKM yang ada di Kota Semarang. Analisis tabulasi silang dan MANOVA digunakan untuk menganalisis data dan pengambilan kesimpulan untuk menjawab tujuan penelitian. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini: (a) melihat pola pembiayaan UMKM serta kendala-kendala yang dihadapi dalam bidang pembiayaan; (b) menganalisis pengaruh pola pembiayaan terhadap tingkat keuntungan dan perkembangan usaha; dan (c) membuat model pola pembiayaan optimal bagi UMKM yang mendukung keuntungan dan perkembangan UMKM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Pembiayaan, keuntungan, perekembangan usaha, UMKM, Semarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hasil Penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Penelitian ini menganalisis perbedaan tingkat keuntungan dan pertumbuhan usaha antar kelompok usaha mikro, kecil dan menengah di Kota Semarang, disamping itu penelitian ini juga menganalisis pengaruh pembiayaan hutang, ukuran usaha, dan umur usaha terhadap dua variabel dependen, tingkat keuntungan dan pertumbuhan usaha. Dari uji hipotesis menggunakan analisis MANCOVA yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan: (a)Ada perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat keuntungan (y1)  antar kelompok usaha; (b)Ada perbedaan yang signifikan rata-rata pertumbuhan usaha (y2) antar kelompok usaha; (c) Pembiayaan hutang dan ukuran tidak berpengaruh terhadap tingkat keuntungan dan pertumbuhan usaha; (d)Umur usaha berpengaruh positif signifikan baik terhadap tingkat keuntungan maupun terhadap pertumbuhan usaha; (e) Untuk model pertama dengan variabel dependen tingkat keuntungan (y1) didapat nilai R2 sebesar 0,535 dan adjusted R2 sebesar 0,444. Hal ini berarti variabel-variabel independen yang ada pada model pertama mampu menjelaskan 44,4% variasi yang terjadi pada variabel tingkat keuntungan (y1); (f) Pada model kedua dengan variabel dependen pertumbuhan usaha (y2) didapat R2 sebesar 0.428 dan adjusted R2 sebesar 0,316. Hal ini berarti bahwa variabel-variabel independen pada model kedua mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel dependen pertumbuhan usaha sebesar 31,6%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Agiomirgianakis, G., F. Voulgaris, T. Papadogonas (2006), “Financial Factors Affecting Profitability And Employment Growth: The Case of Greek Manufacturing”, International Journal of Financial Services Management, Issue:   Volume 1, Number 2-3 / 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Fitzsimmons, J. R., Paul S., and Evan J. D., (2005), “Growth and Profitability In Small And Medium Sized Autralian Firms”,  AGSE Entrepreneurship Exchange, February 2005, &lt;a href=" http://www.ziddu.com/download/9353693/GROWTHANDPROFITABILITYINSMALLANDMEDIUMSIZED.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Fu, T.W., Mei-Chu Ke, and Yen-Sheng Huang, (2002), “Capital Growth, Financing Source and Profitability of Small Businesses: Evidence from Taiwan Small Enterprises”, Small Business Economics 18: 257–267, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;a href="http://www.tsabita-books.com/vmchk/Statistika/Aplikasi-Analisis-Multivariat-Dengan-Program-SPSS/flypage-ask.tpl.html"&gt;Ghozali, Imam, (2005), Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program SPSS, BP Undip: Semarang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Glancey, Keith (1998), Determinants of growth and profitability in small entrepreneurial firms,  International Journal of Entrepreneurial Behaviour &amp; Research, Year: 1998 Volume: 4 Issue: 1 Page: 18 - 27 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hermelo, F.D., (2004), The Determinants of Firm’s Growth: An Empirical Examination, Working Paper, Strategic Management and International Business Universidad de San Andrés: San Fernando, Pcia. de Buenos Aires (1644), Argentina &lt;a href=" http://www.ziddu.com/download/9354176/Hermelo.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Olutunla, G. T., and Tomola Marshal Obamuyi, (2008), “An Empirical Analysis of Factors Associated With The Profitability of Small And Medium-Enterprises in Nigeria”, African Journal of Business Management Vol.2, November 2008 &lt;a href=" http://www.ziddu.com/download/9354706/OlutunlaandObamuyi.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kuncoro, M.(2008), “Pembiayaan Usaha Kecil”,  Economic Review No. 21, Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Leora F. Klapper. L.F., Virginia, S.A., Rida, Z., (2006), “A Firm-Level Analysis of Small and Medium Size Enterprise Financing in Poland, World Bank Policy Research” Working Paper 3984, August 2006 &lt;a href=" http://www.ziddu.com/download/9354828/leola.pdf.html"&gt;download&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Rao, P. (1996), “Measuring Consumers Perseptions Through Factor Analysis”, The Asian Managers, February-Maret , page 28-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Roper , S. (1999), Modelling Small Business Growth and Profitability, Small Business Economics 13: 235–252, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tabachnick, B.G., (1996), Using Multivariate Statistics, Harper Collin: New Yo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=" http://www.ziddu.com/download/9353913/aandanPengembanganUMKMStudiKasusUMKMdiKotaSemarang.pdf.html"&gt;DOWNLOAD FULL TEXT&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-518650851290794232?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/518650851290794232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/pola-pembiayaan-dan-pengembangan-umkm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/518650851290794232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/518650851290794232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/pola-pembiayaan-dan-pengembangan-umkm.html' title='Pola Pembiayaan dan Pengembangan UMKM: Studi Kasus UMKM di Kota Semarang'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-4520492538328490191</id><published>2010-04-01T19:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T04:12:26.802-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Data Envelopment Analysis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Efisiensi Modal kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FE Undip Working Paper'/><title type='text'>Analisis Efisiensi Modal Kerja Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dengan Data Envelopment Analysis (DEA)</title><content type='html'>Oleh:&lt;br /&gt;Harjum Muharam&lt;br /&gt;Erman Denny Arfinto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effective and efficiency working capital management is very important for continues growth of the firm. Insufficient working capital make firm cannot improve its production and sales. In the long run the firm loss its income and profit. Insufficient working capital also make the firm cannot fulfil its short term liabilities. &lt;br /&gt;In order to understand the practice of working capital management in Indonesian listed companies this research was done. Data from financial report of Indonesian listed companies is the main resources of this research. By using Data Envelopment Analysis (DEA) this research concluded: (a) in 2005 all sample firms from cement sub industry were efficient in working capital management. In 2006 PT Semen Gresik Tbk. was inefficient in working capital management, depend on DEA result this company must decrease its working capital level; (b) PT Surya Toto Indonesia Tbk. is the only company from ceramics, glass, porcelain sub industry that never reach efficient in working capital management from 2005 until 2007;  (c) The others companies from difference sub industry have different result in working capital efficiency and will be discus in detail later. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci:&lt;br /&gt;Modal Kerja (Working Capital), Efisiensi, Data Envelopment Analysis (DEA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latar Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besarnya investasi pada modal kerja, komposisi modal kerja, dan sumber pembiayaan modal kerja adalah aspek-aspek penting dalam kajian manajemen keuangan karena hal tersebut menjadi komponen vital dalam usaha perusahaan meraih sukses atau untuk bisa bertahan pada saat kondisi ekonomi memburuk (Peel and Wilson, 1996).  Perusahaan akan meminimalkan jumlah investasi pada modal kerja guna meningkatkan keuntungan perusahaan tetapi hal ini akan terkendala oleh masalah pemenuhan tingkat likuiditas, peningkatan piutang dagang untuk mendukung penjulan, dan penambahan persediaan untuk menghindari stock out, untuk itu perusahaan harus mengoptimalkan penggunaan modal kerja. Jika perusahaan terlalu banyak melakukan investasi (over invesment) pada modal kerja dapat menurunkan tingkat keuntungan, sebaliknya jika investasi pada modal kerja terlalu sedikit dapat mengakibatkan perusahaan mengalami kesulitan likuiditas, terhentinya proses produksi, dan kehabisan persediaan (stock out) (Deloof 2003).&lt;br /&gt;Data 10 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 yang diambil secara acak menunjukkan bahwa secara rata-rata porsi dana perusahaan yang diinvestasikan pada modal kerja sangat besar. Secara rata-rata 10 perusahaan publik tersebut menginvestasikan dana sebesar Rp3,07 triliun pada modal kerja. Jika dilihat dari porsi modal kerja terhadap total aktiva maka secara rata-rata 10 perusahaan tersebut memiliki perbandingan aktiva lancar dan total aktiva sebesar 57% atau dapat diartikan bahwa 57% dari total dana perusahaan diinvestasikan pada modal kerja. Tingkat investasi modal kerja paling tinggi ditempati oleh PT  Metrodata Electronics Tbk. dengan porsi investasi modal kerja  sebesar 85% dari total dana perusahaan. &lt;br /&gt;Hubungan perputaran modal kerja (P/AL) dan tingkat keuntungan yang diukur dengan NPM (net profit margin) 10 perusahaan tersebut tidak konsisten. Sebagai contoh PT Mandom Indonesia Tbk. yang memiliki perputaran modal kerja 2,68 X mampu meraih NPM sebesar 11% sedangkan PT Aqua Golden Mississippi Tbk. yang memiliki perputaran modal kerja 3,16 X hanya meraih NPM sebesar 3%. PT Metrodara Electronics Tbk. memiliki perputaran modal kerja 2,60 X hanya meraih NPM 1%. Data ini menjadi indikasi awal bahwa ada ketidakkonsistenan hubungan efisiensi modal kerja dengan tingkat keuntungan pada perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Secara lengkap data AL/TA, P/AL, dan NPM 10 perusahaan tersebut disajikan pada tabel 01.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 01 disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan Penelitian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penilitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi alokasi modal kerja pada masing-masing perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk Kelompok Industri Dasar dan Kimia (kode industri 3).  Analisis efisiensi alokasi modal kerja dilakukan pada masing-masing sub industri dalam Kelokpok Industri Dasar dan Kimia menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Dari analisis ini akan didapat skor efisiensi masing-masing perusahaan. Metode DEA juga akan menghasilkan skenario improvement bagi perusahaan yang belum efisien guna tercapai tingkat efisiensi yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk versi lengkap hasil penelitian ini silahkan hubungi saya di: hardjum@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-4520492538328490191?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/4520492538328490191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/analisis-efisiensi-modal-kerja.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/4520492538328490191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/4520492538328490191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/04/analisis-efisiensi-modal-kerja.html' title='Analisis Efisiensi Modal Kerja Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Dengan Data Envelopment Analysis (DEA)'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-1904754202775508348</id><published>2010-01-17T16:43:00.000-08:00</published><updated>2010-04-20T00:28:21.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IDR  DJIA  IHSG.'/><title type='text'>ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN INDEKS SAHAM DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BEJ</title><content type='html'>Naik turunnya harga saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Jakarta dapat dilihat dari fluktuasi IHSG sehingga dapat diketahui apakah pasar dalam keadaan bullish (kuat) atau bearish (lemah).  Adanya inkonsistensi dari penelitian-penelitian terdahulu mengenai IHSG yang menimbulkan kesenjangan penelitian (research gap) serta adanya kejanggalan trend yang terjadi pada bulan Januari 2005 sampai dengan Desember 2006 tidak sesuai dengan hubungan teoritis variabel, yaitu meskipun nilai tukar rupiah terhadap US$ cenderung fluktuatif ataupun stabil, nilai indeks saham DJIA dan nilai IHSG relatif stabil dengan trend yang terus meningkat, sehingga menimbulkan pokok masalah apakah pada Januari 2005 sampai dengan Desember 2006 nilai tukar rupiah (IDR) dan indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi penelitian adalah seluruh data nilai tukar rupiah terhadap US$ (IDR), data DJIA dan data IHSG sejak data-data tersebut ada sampai sekarang (historical prices).  Sampel yang diambil adalah data-data periode Januari 2005 sampai dengan Desember 2006.  Data penelitian yang digunakan merupakan data sekunder yang dipublikasikan oleh BEJ, reuters, dan Yahoo Finance, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan  metode analisis Regresi Linier Berganda (Linear Multiple Regression), dengan metode kuadrat terkecil (ordinary leas square).  Sebelum melakukan analisis regresi data-data penelitian sudah lolos berbagai uji prasyarat &lt;a href="http://www.tsabita-books.com/vmchk/Statistika/Aplikasi-Analisis-Multivariat-Dengan-Program-SPSS/flypage-ask.tpl.html"&gt;(uji asumsi klasik)&lt;/a&gt;, antara lain uji normalitas data, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai tukar rupiah (IDR) berpengaruh negatif terhadap IHSG di BEJ, sedangkan indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) berpengaruh positif.  Secara parsial maupun simultan, kedua variabel bebas, IDR dan DJIA berpengaruh terhadap IHSG.  Besarnya kemampuan menjelaskan perubahan variabel IDR dan DJIA terhadap IHSG di BEJ sebesar 33.5%, sedangkan sisanya sebesar 66.5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar IDR dan DJIA.  Oleh karena itu disarankan bagi investor untuk mempertimbangkan perubahan IDR dan DJIA sebelum berinvestasi.  Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperhitungkan dan menambah variabel bebas lainnya yang secara teoritis dianggap mempunyai pengaruh terhadap IHSG di Bursa Efek Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci:  IDR, DJIA, IHSG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9524822/Harjum-jurnalJSMO-stocksplite.pdf.html"&gt;DOWNLOAD FULL TEXT&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini telah dimuat di: &lt;a href="http://www.maksi.undip.ac.id/index.php/jurnal-maksi.html"&gt;Jurnal MAKSI Vol. 8 No. 1 Januari 2008&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Anda dapat hubungi saya di &lt;a href="hardjum@gmail.com"&gt;hardjum@gmail.com&lt;/a&gt; untuk mendapatkan versi lengkap dari tulisan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-1904754202775508348?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/1904754202775508348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/01/analisis-pengaruh-nilai-tukar-rupiah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/1904754202775508348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/1904754202775508348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2010/01/analisis-pengaruh-nilai-tukar-rupiah.html' title='ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN INDEKS SAHAM DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BEJ'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-1638733657752339874</id><published>2009-12-30T02:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T03:51:26.480-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skala ordinal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='data'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skala pengukuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skala rasio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skala interval'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skala nominal'/><title type='text'>SKALA PENGUKURAN VARIABEL</title><content type='html'>Ada beberapa teknik statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis data. Tujuan dari analisis data adalah mendapatkan informasi relevan yang terkandung di dalam data tersebut dan menggunakan hasilnya untuk memecahkan suatu masalah. Permasalahan yang igngin dipecahkan biasanya dinyatakan dalam bentuk satu atau lebih hipotesis nol. Sampel data yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk menguji penolakan atau non-penolakan hipotesiss nol secara statistik. Jadi hipotesis nol mengambarkan permasalahn dan "informasi relevan" yang terkandung di dalam data yang digunakan untuk menguji secara statistik hipotesis nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala Pengukuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran merupakan suatu proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan atau prosedur yang telah ditetapkan. Misalkan orang dapat digambarkan dari bebrapa karakteristik seperti umur, pendidikan, pendapatan, jenis kelamin, dan preferensi terhadap merek barang tertentu. Skala pengukuran yang sesuai dapat digunakan untuk menunjukkan karakteristik ini. Menurut Stevens (1946) skala pengukuran dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu, skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Berikut ini penjelasan ke-empat jenis skala pengkuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Skala Nominal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala nominal merupakan skala pengukuran yang menyatakan kategori, atau kelompok dari suatu subyek misalkan variabel jenis kelamin, responden dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori laki-laki dan wanita. kedua kelompok ini dapat diberi kode angka 1 dan 2. Angka ini hanya berfungsi sebagai label kategori semata tanpa nilai intrinsik dan tidak memiliki arti apa-apa. Oleh sebab itu tidakla tepat menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dari variabel jenis kelamin. Angka 1 dan 2 hanya sebagai cara untuk mengelompokkan subyek ke dalam kelompok yang berbeda atau hanya untuk menghitung berapa anyak jumlah setia kategori. Jadi uji statistik yang sesuai dengan skala nominal adalah uji statistik yang mendasarkan counting seperti modus dan distribusi frekuensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Skala Ordinal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala ordinal tidak hanya mengkategorikan variabel kedalam kelompok, tetapi juga melakukan ranking terhadap kategori. Sebagai misal kita ingin mengukur preferensi responden terhadap empat merek produk air mineral, Merek Aqua, Aquana, Aquaria, dan Aquades. kita dapat meminta responden untuk melakukan ranking terhadap merek produk air mineral yaitu dengan memberi angka 1 untuk merek yang paling diskai, angka 2 untuk ranking kedua dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek Air Mineral  Rangking&lt;br /&gt;Aqua                  1&lt;br /&gt;Aquana                2&lt;br /&gt;Aquaria               3&lt;br /&gt;Aquades               4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel ini menunjukkan bahwa merek Aqua lebih disukai dari pada merek Aquana, merek Aquana lebih disukai dari pada merek Aquaria, dan merek Aquaria lebih disukai daripada merek Aquades. Walaupun perbedaan angka angka antara merek satu dengan lainnya sama, kita dapat menentukan seberapa besar nilai prefernsi dari satu merek terhadap merek lainnya. Jadi kategori antara merek tidak mengambarkan perbedaan yang sama (equal diferences) dari ukuran atribut. pengukuran sepeti ini dinamakan skala ordinal dan data yang didapat dari pengukuran ini disebut data ordinal. Uji statistik yang sesuai untuk skala ordinal adalah modus, median,, distribusi frekuensi dan statistik non parametrik seperti rank order correlation, Variabel yang diukur dengan skala nominal dan ordinal umumnya disebut variabel non parametrik atau variabel non-metrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Skala Interval&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan disamping menanyakan responden untuk melakukan preferensi terhadap merek, mereka juga diminta  untuk memberikan nilai (rate) terhadap preferensi merek sesuai dengan lima skala penilaian sbb: &lt;br /&gt;    Nilai Skala                 Preferensi&lt;br /&gt;      1                         Preferensi sangat tinggi&lt;br /&gt;      2                         Preferensi tinggi&lt;br /&gt;      3                         Preferensi moderat&lt;br /&gt;      4                         Preferensi rendah&lt;br /&gt;      5                         Preferensi sangat rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berasumsi bahwa urutan kategori mengambarkan tingkat prefernsi yang sama, maka kita dapat mengatakan bahwa perbedaan preferensi responden untuk dua merek air mineral yang mendapat rating 1 dan 2 adalah sama dengan perbedaan preferensi untuk dua merek lainnya yang memiliki rating 4 dan 5. Namun demikian kita tidak dapat menyatakan bahwa preferensi responden terhadap merek yang mendapat ranking 5 nilainya lima kali preferensi untuk merek yang mendapat rating 1. Skala pengukuran seperti di atas disebut dengan skala interval. Uji statistik yang sesuai untuk jenis pengukuran skala ini adalah semua uji statistik, kecuali yang mendasarkan pada rasio seperti koefisien variasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Skala Rasio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala rasio adalah skala interval dan memiliki nilai dasar (based value) yang tidak dapat dirubah. Misalkan umur responden memiliki nilai dasar nol. Skala rasio dapat ditranspormasikan dengan cara mengalikan dengan konstanta, tetapi transpormasi tidak dapat dilakukan dengan cara menambah konstanta karena hal ini akan merubah nilai dasarnya. jadi transpormasi yang valid terhadap skala rasio adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y = bY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena skala rasio memiliki nilai dasar, maka pernyataan yang mengatakan "Umur Amir dua kali umur Tono", adalah Valid. Data yang dihasilkan dari skala rasio disebut data rasio dan tidak ada pembatasan terhadap uji statistik yang sesuai. Variabel yang diukur dengan skala interval dan rasio disebut variabel metrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.tsabita-books.com/vmchk/Statistika/Aplikasi-Analisis-Multivariat-Dengan-Program-SPSS/flypage-ask.tpl.html"&gt;Buku Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS Karangan Prof. Dr. Imam Ghozali, M.Com, Akt.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-1638733657752339874?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/1638733657752339874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2009/12/skala-pengukuran-variabel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/1638733657752339874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/1638733657752339874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2009/12/skala-pengukuran-variabel.html' title='SKALA PENGUKURAN VARIABEL'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-1282846989761230934</id><published>2009-12-30T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T01:30:00.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='structural equition model'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='data ordinal'/><title type='text'>Structural Equation Modeling Dengan Data Ordinal</title><content type='html'>Apakah data ordinal dapat dianggap data continous dalam analisis structural equation model?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. Imam Ghozali, M.Com, Akt dalam bukunya "&lt;a href="http://www.tsabita-books.com/vmchk/Statistika/Structural-Equation-Model-Dengan-Program-Lisrel-8.80/flypage-ask.tpl.html"&gt;Stuctural Equation Modeling&lt;/a&gt;", terdapat dua kubu yang saling bertentangan tentang perlakuan data ordinal. Kelompok pertama dimotori oleh Joreskog dan Sorbon (1993, 1996) dan Joreskog (2002) berpendapat bahwa data ordinal (termasuk disini data interval dengan skala Likert) harus diperlakukan sebagai data ordinal dan tidak boleh diperlakukan sebagai data contious. Menurut kelompok pertama ini metode analisis untuk data ordinal ini seharusnya WLS dan menggunakan polychoric correlation sebagai input data ditambah asymtotic covariance matrix. Kelompok kedua memperbolehkan penggunaan skala interval sebagai data continous dan sehingga dapat langsung dianalisis (dengan data mentah atau covariance matrix) dengan menggunakan maximum likelihood dan melakukan koreksi atas beberapa bias yang mungkin timbul (Chou et al. 1991; Hu et al. 1992).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-1282846989761230934?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/1282846989761230934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2009/12/structural-equation-modeling-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/1282846989761230934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/1282846989761230934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2009/12/structural-equation-modeling-dengan.html' title='Structural Equation Modeling Dengan Data Ordinal'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5972053245934202356.post-8882358513806016173</id><published>2009-12-26T05:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T05:24:24.351-08:00</updated><title type='text'>Hundreds of Millions of earnings Candied Cashew Bangkok</title><content type='html'>If you happened to be visiting Singapore, you'll find lots of pink confectioner bangkok. This food is one of the favorite souvenirs typical of Medan. Understandably, bright green color is tempting sweets. It was too yahud, especially if the spices dicocol rujak. Because of the many fans of candied cashew bangkok, competing entrepreneurs were pursuing the fortunes of the business of making and selling these sweets. Not only in Medan, guava sweets business was also quite widespread in other areas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the players outside the field that is Daniel Andijaya successful. Daniel is the owner of the Trinity, candied cashew processing company bangkok in Jakarta, which he founded in 2003 ago. The idea of candied cashew Daniel bangkok business came when he missed tasting foods that field. "I first attended in Medan," he explained. But, he could not find food in Jakarta. He then began doing business desperate bangkok candied guava. For his efforts memodali, Daniel pump the contents of her savings. Capital that he bought from bangkok pink Cilebut, which then diolahnya menjadimanisan. Then she left the sale of homemade candied fruit in the store owned by his friend. Not unexpectedly, candied cashew processing bangkok Daniel's selling well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Understandably, when there were no competitors. Business bangkok Daniel candied cashew growing rapidly. In fact, he got an offer to supply its products in two large modern retail network. With increasing demand, farmers in the cashew bangkok Cilebut Daniel overwhelmed meet demand. That is why Daniel and supplies from Medan guava. "In Medan stable supply, because the garden area," explained Daniel. Trinity's production capacity is increasing rapidly. If at the beginning of standing, Daniel only to process hundreds of kilograms of cashew per month, now she can process 30 tons of cashew per month. To produce this much, Daniel is now hiring 15 employees.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To produce the delicious sweets, Daniel only uses a level of maturity rose 70 percent. He added, ripe guava sweets made uncomfortable. Prior made sweets, cashew peeled and seeded first. After that, cashew bangkok cut and soaked in water for Suji leaves more green lights. Candied cashew packing Daniel bangkok a 7-ounce package pound-8 oz. Do not forget, he adds spice rujak. Daniel sells sweets with price Rp 9,000 - Rp 10,000 per gold to the store. "The selling price to the consumer depending on the store," he explained. Daniel admitted scooped turnover USD 200 million every month from these sweets business. 39-year-old man was admitted only take margin of 5 percent of the sale price.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only, since in the year 2009, business sales rose bangkok Daniel sweets not too good. Candied cashew sales decline. He was forced to reduce the supply of sweets in a modern retail outlets. "It is deliberately done, otherwise I could lose USD 6 million per month," he said. The reason, other than because of reduced demand, candied guava also includes foods that do not last long. If the old or unsold in the store cooler is not good, candied guava will be damaged. If it were so, candied guava had removed before sold. (Aprillia Ika / Cash) Editor: Edj Source: www.kontan.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5972053245934202356-8882358513806016173?l=myresearchforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myresearchforum.blogspot.com/feeds/8882358513806016173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2009/12/hundreds-of-millions-of-earnings.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/8882358513806016173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5972053245934202356/posts/default/8882358513806016173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myresearchforum.blogspot.com/2009/12/hundreds-of-millions-of-earnings.html' title='Hundreds of Millions of earnings Candied Cashew Bangkok'/><author><name>research discussion forum</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13472867292535794307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
